Klasifikasi wacana berdasarkan tujuan :
a. NARASI
Ditulis dengan tujuan untuk menceritakan suatu kejadian atau peristiwa kepada pembaca, sehingga pembaca mendapatkan informasi selengkapnya tentang apa peristiwanya, bagaimana kejadiannya, dan bagaimana kronologinya. Dalam wacana narasi harus ada unsur waktu bahkan unsur pergeseran waktu itu sangat penting. Unsur pelaku atau okoh merupakan pokok yang dibicarakan, sedang unsur peristiwa adalah hal-hal yang dialami oleh sang pelaku.
b. DESKRIPSI
Penulis bertujuan menggambarkan atau memaparkan segala sesuatu kepada pembaca agar memperoleh gambaran atau deskripsi secara utuh sebagaimaan kondisi atau keadaan yang sebenarnya. Ciri khas wacana deskripsi ditandari dengan penggunaan kata-kata atau ungkapan yang bersifat deskriptif, seperti rambutnya ikal, matanya biru, dan hidungnya mancung. Deskripsi berbeda dengan eksposisi. Deskripsi lebih dipusatkan pada penampilan barang, sedangkan eksposisi memusatkan uraiannya pada hakikat barang.
c. EKSPOSISI
Digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu kepada pembaca tentang suatu objek, sehingga pembaca memperoleh pandangan, dan atau pengetahuan tentang objek tersebut. Penjelasan tentang pertalian antara objek yang satu dan yang lain, struktur suatu benda, karakter manusia, atau binatang, biasanya juga disampaikan dengan wacana eksposisi. Wacana eksposisi menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan kata tanya bagaimana. Oleh karena itu, wacana tersebut dapat digunakan untuk menerangkan proses atau prosedur suatu aktivitas.
d. ARGUMENTASI
Digunakan penulis untuk meyakinkan pembaca akan kebenaran suatu objek, sehingga pembaca mendapatkan kepastian tentang kebenaran itu. Wacana argumentasi berfungsi utama untuk membuktikan yang dilakukan dengan dua metode, yaitu argumentasi direduksi atau disusutkan hingga menjadi atau berdasarkan suatu ilmu yang dikenal sebagai logika dan argumentasi adakalanya berhubungan dengan persoalan kebijakan yang jelas harus dibedakan dengan fakta. Elemen pokok wacana argumentasi ada tiga, yaitu (1) pernyataan, (2) alasan, dan (3) pembenaran. Sedangkan elemen pelengkapnya adalah (1) pendukung, (2) modal, dan (3) sanggahan.
e. PERSUASI
Digunakan untuk mempengaruhi pembaca akan suatu objek agar pembaca memiliki sikap dan pandang dan tertentu sesuai dengan kehendak penulis sehingga penulis benar-benar menghindarkan diri dari adanya konflik atau pertentangan pendapat. Fokus dalam wacana persuasi bukan pada kebenaran suatu objek melainkan lebih pada sikap atau pandangan pembacanya dengan menggunakan aspek-aspek psikologis.
Bisa share klasifikasi berdasarkan konfigurasi makna gak ya???
BalasHapus