Pendahuluan
Dakwah adalah perkerjaan komunikasikan pesan Islam kepada manusia secara lebih operasional. Dakwah adalah menngajak atau mendorong manusia kepada tujuan yang definitif, yang rumusannya bisa diambil dari Al – Qura’n atau Hadist atau dirumuskan oleh da’I, sesuai dengan ruang lingkup dakwahnya. Dakwah ditujukan kepada manusia, sementara manusia bukan hanya telinga dan mata tetapi makhluk yang berjiwa dan makhluk yang berakal, dan berfikir dan merasa yang bisa menerima dan bisa menolak sesuai dengan persepsinya terhadap dakwah yang diterima.
Kegiatan dakwah sebagai suatu bagian dari pada kegiatan bimbingan hidup beragama dinegara kita masih memerlukan metode yang efektif dan efisien sejalan dengan kebutuhan perkembangan masyarakat yang semakin maju. Manusia sebagai objek dakwah (mad’u), baik sebagai individu maupun sebagai kelompok memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sebagaimana juga da’I, ada yang berpikiran sempit dan ada juga yang berwawasan luas. Da’I tidak cukup hanya menguasai materi dakwah, tetapi juga memahami karakteristik manusia yang menjadi mad’u.
Pembahasan
Pengertian objek dakwah atau sasaran dakwah adalah segenap manusia baik yang telah menerima islam sebagai agamanya maupun yang belum menerimanya. Manusia yang merupakan individu atau bagian dari komunitas tertentu ( mad’u) merupakan salah satu unsur dakwah.
Menurut Hafi , objek ditinjau dari segi jumlahnya dapat di bagi menjadi :
a. Individu ( perorangan)
b. Kelompok, dimana sasranya adalah orang banyak.
Objek ditinjau dari segi profesinya:
a. Sebagai petani atau nelayan
b. Sebagai pedagang
c. Sebagai buruh
d. Sebagai abri
e. Sebagai pegawai negri
f. Sebagi pekerja swasta
g. Sebagai pendidik
h. Sebagai campuran
Objek ditinjau dari segi pendidikannya:
a. Tidak berpendidikan
b. Berpendidikan sekolah dasar
c. Berpendidikan lanjutan menengah/ atas
d. Berpendidikan tinggi
e. Campuran
Objek ditinjau dari segi tingkatan umur:
a. Kalangan anak-anak
b. Kalangan pemuda pemudi atau remaja
c. Kalangan dewasa
d. Kalangan tua
e. Campuran
Objek ditinjau dari segi jenis kelamin:
a. Wanita
b. Pria
c. Campuran
Objek ditinjau dari segi lingkungannya:
a. Lingkungan rumah tangga
b. Lingkungan sekolah
c. Lingkungan masyarakat
Objek dakwah ditinjau dari segi tingkatan sosial ekonominya:
a. Tingkat ekonomi rendah
b. Tingkat ekonomi cukup
c. Tingkat ekonomi tinggi
d. Campuran
Objek ditinjau dari segi macam keagamaannya:
a. Terdiri dari orang-orang muslim
b. Terdiri dari orang-orang nonmuslim
c. Campuran
Objek ditinjau dari tingkatan keagamaannya:
a. Muslim sekedar nama
b. Muslim yang tidak aktif
c. Muslim yang aktif
d. Campuran
Objek ditinjau dari segi daerah pemukimannya:
a. Daerah pesisir
b. Daerah pedalaman , pegunungan, daerah transmigrans
c. Daerah perkotaan
Kemungkinan-kemungkinan yang timbul dari objek saat berlangsungnya proses dakwah yaitu :
1. Kemungkinan yang positif, antara lain :
a. Mereka ingin menjadi muslim yang baik
b. Mereka ingin meningkatkan pengetahuan dan pengalaman
c. Mereka mendengar untuk mengambil hikmah
d. Mereka ingin mengadakan perbandingan
2. Kemungkinan yang negatif, antara lain:
a. Ingin memperkuat atau mempertahankan ketidakmuslimannya
b. Ingin mencoba da’i yang bersangkutan
c. Ingin membantah atau memberi sanggahan
d. Mendengar dengan paksa
Agus Sujono dalam Faizah (2009:72) menyatakan bahwa secara psikologis manusia sebagai objek dakwah dibedakan oleh berbagai aspek :
1. Sifat-sifat kepribadian, yaitu adanya sifat-sifat manusia penakut, pemarah, suka bergaul, peramah, sombong dan lain-lain.
2. Inteligensi, yaitu aspek kecerdasanseseorang mencangkup kewaspadaan, kemampuan belajar, kecepatan berfikir, kesanggupan untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat, kepandaian menangkap dan menglah kesan-kesan atau maslah, dan kemampuan mengambil kesimpulan.
3. Pengetahuan
4. Keterampilan
5. Nilai-nilai
6. Peranan
Masih menurut Faizah (2009:75) masyarakat yang merupakan sasaran dakwah meliputi masyarakat yang dilihat dari berbagai segi :
1. Sasaran yang menyangkut kelompok masyarakat dilihat dari segi sosiologis, berupa masyarakat terasing, pedesaan, kota besar dan kecil serta masyarakat di daerah marginal dari kota besar.
2. Sasaran yang menyangkut golongan masyarakat di lihat dari segi struktur kelembagaan berupa masyarakat, pemerintah, dan keluarga.
3. Sasaran yang berupa kelompok masyarat dilihat dari segi sosiokultural berupa golongan priyayi, abangan, dan santri. Klasifikasi ini terutama terletak dalam masyarakat utama.
4. Sasaran yang berhubungan dengan golongan masyarakat dilihat dari segi tingkat usia berupa golongan anak-anak, remaja, dan orang tua.
5. Sasaran yang berhubungan denagn golongan masyarakat dilihat dari segi okupasional (profesi atau pekerjaan) berupa golongan petani,
6. Sasaran yang menyangkut golongan masyarakat dilihat dari segi tingkat hidup social-ekonomis berupa golongan orng kaya menengah, dan miskin
7. Sasaran yang menyangkut kelompok masyarakat dilihat dari segi jenis kelamin(sex) berupa golongan pria, wanita dan sebagainya.
8. Sasaran yang berhubungan dengan golongan di lihat dari segi khusus berupa golongan masyarakat tuna susila,tuna wisma, tuna karya, nara pidana dan sebagainya.
Kesimpulan
Pengertian objek dakwah atau sasaran dakwah adalah segenap manusia baik yang telah menerima islam sebagai agamanya maupun yang belum menerimanya. Manusia yang merupakan individu atau bagian dari komunitas tertentu ( mad’u) merupakan salah satu unsur dakwah.
Dalam berdakwah setiap tempat dilakukan secara berbeda-beda. Misalnya daerah pesisir berbeda dengan pegunungan, berbeda pula dengan daerah pedalaman dan perkotaan. Menurut para ahli objek dakwah dapat diklasifikasikan menurut tempat dan sasarannya sehingga dakwah dapat dilakukan dengan tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar