Jumat, 26 Maret 2010

Subjek Dakwah

Pendahuluan
Dakwah adalah perkerjaan komunikasikan pesan Islam kepada manusia secara lebih operasional. Dakwah adalah menngajak atau mendorong manusia kepada tujuan yang definitif, yang rumusannya bisa diambil dari Al – Qura’n atau Hadist atau dirumuskan oleh da’I, sesuai dengan ruang lingkup dakwahnya. Dakwah ditujukan kepada manusia, sementara manusia bukan hanya telinga dan mata tetapi makhluk yang berjiwa dan makhluk yang berakal, dan berfikir dan merasa yang bisa menerima dan bisa menolak sesuai dengan persepsinya terhadap dakwah yang diterima.
Kegiatan dakwah sebagai suatu bagian dari pada kegiatan bimbingan hidup beragama dinegara kita masih memerlukan metode yang efektif dan efisien sejalan dengan kebutuhan perkembangan masyarakat yang semakin maju. Manusia sebagai objek dakwah (mad’u), baik sebagai individu maupun sebagai kelompok memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sebagaimana juga da’I, ada yang berpikiran sempit dan ada juga yang berwawasan luas. Da’I tidak cukup hanya menguasai materi dakwah, tetapi juga memahami karakteristik manusia yang menjadi mad’u.


Pembahasan

Pengertian objek dakwah atau sasaran dakwah adalah segenap manusia baik yang telah menerima islam sebagai agamanya maupun yang belum menerimanya. Manusia yang merupakan individu atau bagian dari komunitas tertentu ( mad’u) merupakan salah satu unsur dakwah.
Menurut Hafi , objek ditinjau dari segi jumlahnya dapat di bagi menjadi :
a. Individu ( perorangan)
b. Kelompok, dimana sasranya adalah orang banyak.
Objek ditinjau dari segi profesinya:
a. Sebagai petani atau nelayan
b. Sebagai pedagang
c. Sebagai buruh
d. Sebagai abri
e. Sebagai pegawai negri
f. Sebagi pekerja swasta
g. Sebagai pendidik
h. Sebagai campuran
Objek ditinjau dari segi pendidikannya:
a. Tidak berpendidikan
b. Berpendidikan sekolah dasar
c. Berpendidikan lanjutan menengah/ atas
d. Berpendidikan tinggi
e. Campuran
Objek ditinjau dari segi tingkatan umur:
a. Kalangan anak-anak
b. Kalangan pemuda pemudi atau remaja
c. Kalangan dewasa
d. Kalangan tua
e. Campuran
Objek ditinjau dari segi jenis kelamin:
a. Wanita
b. Pria
c. Campuran
Objek ditinjau dari segi lingkungannya:
a. Lingkungan rumah tangga
b. Lingkungan sekolah
c. Lingkungan masyarakat
Objek dakwah ditinjau dari segi tingkatan sosial ekonominya:
a. Tingkat ekonomi rendah
b. Tingkat ekonomi cukup
c. Tingkat ekonomi tinggi
d. Campuran
Objek ditinjau dari segi macam keagamaannya:
a. Terdiri dari orang-orang muslim
b. Terdiri dari orang-orang nonmuslim
c. Campuran
Objek ditinjau dari tingkatan keagamaannya:
a. Muslim sekedar nama
b. Muslim yang tidak aktif
c. Muslim yang aktif
d. Campuran
Objek ditinjau dari segi daerah pemukimannya:
a. Daerah pesisir
b. Daerah pedalaman , pegunungan, daerah transmigrans
c. Daerah perkotaan
Kemungkinan-kemungkinan yang timbul dari objek saat berlangsungnya proses dakwah yaitu :
1. Kemungkinan yang positif, antara lain :
a. Mereka ingin menjadi muslim yang baik
b. Mereka ingin meningkatkan pengetahuan dan pengalaman
c. Mereka mendengar untuk mengambil hikmah
d. Mereka ingin mengadakan perbandingan
2. Kemungkinan yang negatif, antara lain:
a. Ingin memperkuat atau mempertahankan ketidakmuslimannya
b. Ingin mencoba da’i yang bersangkutan
c. Ingin membantah atau memberi sanggahan
d. Mendengar dengan paksa
Agus Sujono dalam Faizah (2009:72) menyatakan bahwa secara psikologis manusia sebagai objek dakwah dibedakan oleh berbagai aspek :
1. Sifat-sifat kepribadian, yaitu adanya sifat-sifat manusia penakut, pemarah, suka bergaul, peramah, sombong dan lain-lain.
2. Inteligensi, yaitu aspek kecerdasanseseorang mencangkup kewaspadaan, kemampuan belajar, kecepatan berfikir, kesanggupan untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat, kepandaian menangkap dan menglah kesan-kesan atau maslah, dan kemampuan mengambil kesimpulan.
3. Pengetahuan
4. Keterampilan
5. Nilai-nilai
6. Peranan
Masih menurut Faizah (2009:75) masyarakat yang merupakan sasaran dakwah meliputi masyarakat yang dilihat dari berbagai segi :
1. Sasaran yang menyangkut kelompok masyarakat dilihat dari segi sosiologis, berupa masyarakat terasing, pedesaan, kota besar dan kecil serta masyarakat di daerah marginal dari kota besar.
2. Sasaran yang menyangkut golongan masyarakat di lihat dari segi struktur kelembagaan berupa masyarakat, pemerintah, dan keluarga.
3. Sasaran yang berupa kelompok masyarat dilihat dari segi sosiokultural berupa golongan priyayi, abangan, dan santri. Klasifikasi ini terutama terletak dalam masyarakat utama.
4. Sasaran yang berhubungan dengan golongan masyarakat dilihat dari segi tingkat usia berupa golongan anak-anak, remaja, dan orang tua.
5. Sasaran yang berhubungan denagn golongan masyarakat dilihat dari segi okupasional (profesi atau pekerjaan) berupa golongan petani,
6. Sasaran yang menyangkut golongan masyarakat dilihat dari segi tingkat hidup social-ekonomis berupa golongan orng kaya menengah, dan miskin
7. Sasaran yang menyangkut kelompok masyarakat dilihat dari segi jenis kelamin(sex) berupa golongan pria, wanita dan sebagainya.
8. Sasaran yang berhubungan dengan golongan di lihat dari segi khusus berupa golongan masyarakat tuna susila,tuna wisma, tuna karya, nara pidana dan sebagainya.





Kesimpulan

Pengertian objek dakwah atau sasaran dakwah adalah segenap manusia baik yang telah menerima islam sebagai agamanya maupun yang belum menerimanya. Manusia yang merupakan individu atau bagian dari komunitas tertentu ( mad’u) merupakan salah satu unsur dakwah.
Dalam berdakwah setiap tempat dilakukan secara berbeda-beda. Misalnya daerah pesisir berbeda dengan pegunungan, berbeda pula dengan daerah pedalaman dan perkotaan. Menurut para ahli objek dakwah dapat diklasifikasikan menurut tempat dan sasarannya sehingga dakwah dapat dilakukan dengan tepat.

Klasifikasi Wacana

Klasifikasi wacana berdasarkan tujuan :

a. NARASI
Ditulis dengan tujuan untuk menceritakan suatu kejadian atau peristiwa kepada pembaca, sehingga pembaca mendapatkan informasi selengkapnya tentang apa peristiwanya, bagaimana kejadiannya, dan bagaimana kronologinya. Dalam wacana narasi harus ada unsur waktu bahkan unsur pergeseran waktu itu sangat penting. Unsur pelaku atau okoh merupakan pokok yang dibicarakan, sedang unsur peristiwa adalah hal-hal yang dialami oleh sang pelaku.
b. DESKRIPSI
Penulis bertujuan menggambarkan atau memaparkan segala sesuatu kepada pembaca agar memperoleh gambaran atau deskripsi secara utuh sebagaimaan kondisi atau keadaan yang sebenarnya. Ciri khas wacana deskripsi ditandari dengan penggunaan kata-kata atau ungkapan yang bersifat deskriptif, seperti rambutnya ikal, matanya biru, dan hidungnya mancung. Deskripsi berbeda dengan eksposisi. Deskripsi lebih dipusatkan pada penampilan barang, sedangkan eksposisi memusatkan uraiannya pada hakikat barang.
c. EKSPOSISI
Digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu kepada pembaca tentang suatu objek, sehingga pembaca memperoleh pandangan, dan atau pengetahuan tentang objek tersebut. Penjelasan tentang pertalian antara objek yang satu dan yang lain, struktur suatu benda, karakter manusia, atau binatang, biasanya juga disampaikan dengan wacana eksposisi. Wacana eksposisi menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan kata tanya bagaimana. Oleh karena itu, wacana tersebut dapat digunakan untuk menerangkan proses atau prosedur suatu aktivitas.
d. ARGUMENTASI
Digunakan penulis untuk meyakinkan pembaca akan kebenaran suatu objek, sehingga pembaca mendapatkan kepastian tentang kebenaran itu. Wacana argumentasi berfungsi utama untuk membuktikan yang dilakukan dengan dua metode, yaitu argumentasi direduksi atau disusutkan hingga menjadi atau berdasarkan suatu ilmu yang dikenal sebagai logika dan argumentasi adakalanya berhubungan dengan persoalan kebijakan yang jelas harus dibedakan dengan fakta. Elemen pokok wacana argumentasi ada tiga, yaitu (1) pernyataan, (2) alasan, dan (3) pembenaran. Sedangkan elemen pelengkapnya adalah (1) pendukung, (2) modal, dan (3) sanggahan.
e. PERSUASI
Digunakan untuk mempengaruhi pembaca akan suatu objek agar pembaca memiliki sikap dan pandang dan tertentu sesuai dengan kehendak penulis sehingga penulis benar-benar menghindarkan diri dari adanya konflik atau pertentangan pendapat. Fokus dalam wacana persuasi bukan pada kebenaran suatu objek melainkan lebih pada sikap atau pandangan pembacanya dengan menggunakan aspek-aspek psikologis.

Wacana

Wacana dipahami dari 2 sudut pandang :
a. Hierarki kebahasaan
Sebagai satuan kebahasaan yang berada pada tataran di atas kalimat yang sudah mengandung tema.

b. Tujuan penulisan
Bertujuan untuk menjelaskan sesuatu, meyakinkan, atau membuktikan suatu kebenaran, menggambarkan sesuatu, menceritakan sesuatu, dan mempengaruhi pembaca.

cara mengutip

PENGUTIPAN
Pengutipan adalah pengambilan teori, konsep, ide atau temuan dari tulisan orang lain.
Pengutipan bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
Contoh kutipan langsung kurang dari 4 baris
Lyons dalam karangannya yang lain menyatakan, “…vocabulary words constitute one subciass of what … we are calling lexeme” (1977:19). Lebih lanjut ia menyatakan bahwa “… lexemes are the words and phrases that a dictionary would list under a separate entry” (1997:23)
Contoh kutipan tidak langsung :
Sehubungan dengan hal itu Lyons (1977:19) menyatakan bahwa kata-kata di dalam leksikon merupakan suatu subklas yang disebut leksem. Lebih lanjut dinyatakan pula bahwa leksem adalah kata-kata atau frasa-frasa yang didaftar di dalam kamus di bawah entri yang berbeda (Lyons, 1997:23)
PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Kepustakaan yang ditulis di dalam daftar pustaka ada bermacam-macam: buku, artikel dalam jurnal, artikel dalam majalah ilmiah, artikel dalam surat kabar, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan sejenisnya.
1. Buku
Nama belakang pengarang, koma, nama depan pengarang atau singkatannya, titik, tahun terbitan, titik, judul buku (dicetak miring), titik, nama kota penerbitan, titik dua, nama penerbit, titik
2. Artikel Jurnal atau Majalah Ilmiah
Nama belakang pengarang, koma, nama depan pengarang atau singkatannya, titik, tahun penerbitan, titik, judul artikel, titik, nama jurnal, koma, nomor jurnal, koma, nomor-nomor halaman dalam jurnal, titik.
3. Karya Ilmiah yang tidak diterbitkan
4. Dokumen Resmi